Rabu, 24 November 2010

Tiga pemanasan wajib sebelum olahraga

        Pemanasan sangat penting bagi tubuh sebelum memulai berolahraga. Tujuan pemanasan adalah untuk menghindari cidera saat berolah raga.
Pemanasan juga berfungsi untuk memaksimalkan latihan. Oleh karena itu, jangan lupa lakukan pemanasan selama lima menit sebelum memulai berolahraga. Berikut ini, beberapa tips pemanasan sebelum berolahraga.
Perenggangan Sendi
Lakukan peregangan semua sendi tubuh, mulai dari jari, siku, lutut, pergelangan tangan dan kaki. Sendi yang kaku bagaikan engsel kurang oli sehingga beresiko cidera. Anda bisa meregangkannya dengan melakukan gerakan melingkar, gerakan ke atas dan ke bawah atau ke sisi-sisi tergantung dari jenis sendi Anda. Setidaknya lakukan gerakan tersebut lima hingga enam kali sebelum berolahraga.
Tingkatkan Detak Jantung
Sebelum berlatih, Anda juga perlu meningkatkan detak jantung secara berkala sehingga saat berlatih otot Anda tidak kaget. Anda bisa melakukan ini dengan berjogging atau skipping. Pemanasan ini baik untuk memaksimalkan latihan Anda nantinya.
Perenggangan Otot
Saat Anda tidak berolahraga, otot berada dalam keadaan kaku. Oleh karena itu, Anda perlu meregangkannya agar saat berlatih otot tidak kaku. Tujuan peregangan otot sebelum latihan juga untuk menghindari cedera otot. Gaya senam SKJ adalah salah satunya. Lakukan selama lima menit.

Selasa, 23 November 2010

Gaya Resiprokal

Gaya Resiprokal
1. Nama :Thomas saputra
2. NIM :08601241038
3. Fak/Prodi : PJKR A 08’
4. Mata kuliah : Teknologi Pembelajaran
5. Tugas : Gaya Resiprokal “ Start Jongkok ”
6. Proses Pembelajaran :
A. Siswa dibariskan 2 bersaft kemudian berhitung dan berdoa. Setelah itu siswa dibagi menjadi bepasang-pasangan.
B. Lembar materi dan tugas dibagikan setiap anak mendapat 1 lembar tugas kemudian mengisi data diri pada kolom yang disediakan.
C. Selama pembelajaran Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang diberikan dan tugas siswa saat menjadi pelaku praktek dan saat menjadi pengamat.
D. Setelah siswa mempelajari tugas yang diberikan maka pembelajaran dapat dimulai.
E. Pelaku adalah siswa yang melakukan gerakan dengan baik dan benar sesuai dengan lembar tugas.
F. Pengamat adalah orang yang mengamati gerakan dari pelaku dan memberikan umpan balik yang positif dan berdasarkan kriteria yang ada.
G. Peranan Guru:
menjawab pertanyaan dari pengamat
berkomunikasi dg pengamat
memantau pelaksanaan pembelajaran
H. Pada saat pasca pertemuan dapat digunakan untuk menyampaikan hal-hal mengenai penampilan pelaku dan menyimpulkannya.
I. Setelah pebelajaran selasai siswa dibariskan kembali 2 bersaft, kemudian diberikan evaluasi, setelah itu berhitung, berdoa dan dibubarkan.



LEMBAR TUGAS
Guru pengampu: Thomas saputra
Pelaku:
Nama :
NIM :
Kelas :

Berilah tanda (√ ) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan pengamatan anda!!
NO Gambar Penjelasan Pelaksanaan
Ya Tidak
1 Menentukan penempatan start menggunakan bilah
1. letakkan bilah pada lintasan lari sebagai tempat tangan menumpu.
2. Mengukur dari bilah 1,5 kaki pelari lalu berikan tanda sebagai tumpuan kaki depan
3. Mengukur1,5 kaki pelari dari tanda tumpu kaki depan untuk tempat menumpu kaki belakang.
2 Aba-aba “Bersediaaaa”
1. Menempatkan tengan pada bilah, selebar bahu lebih sedikit dengan jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik.
2. Menempatkan kedua kaki pada tempat yang telah disesuaikan dengan jarak lutut yang menyentuh tanah 1 kepal tangan pelari.
3. Kepala dalam keadaan datar dengan punggung sedangkan pandangan mata lurus kebawah.
3 Aba-aba “siaaaaap”
1. Lutut ditekan dibelakang.
2. Lutut kaki depan membentuk sudut kaki 900 .
3. Lutut kaki belakang membentuk sudut 1200–1400.
4. Pinggang sedikit diangkat lebih tinggi dari bahu.
5. Tubuh sedikit condong kedepan.
6. Bahu sedikit maju kedepan dari lengan.
7. Lengan lurus dan menopang berat badan.
4 Aba-aba “yaaaaak”
1. Badan diluruskan dan diangkat padasaatkedua kaki menolak keras.
2. Kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan kemidian diayun bergantian.
3. Kaki belakang mendorong kuat /singkat.
4. kaki depan mendorong lebih lama/ lambat.
5. Kaki belakang diayun dengan cepat sedangkan badan condong kedepan.
6. Lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh padasaatakhir dorongan.

TEKNIK - TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA

TEKNIK - TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA

Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah Menendang ( kicking ), Menghentikan atau Mengontrol ( stoping ), Menggiring ( dribbling ), Menyundul ( heading ), Merampas ( tacling ), Lemparan Kedalam ( trow – in ) dan Menjaga Gawang ( Goal Keeping ). Dibawah ini akan dijelaskan beberapa teknik Menendang, Menghentikan, dan Mengiring bola dalam permainan Sepakbola.

1. Menendang ( kicking )
Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), dan menembak kearah gawang ( shootig at the goal ). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.
A. Menendang dengan kaki bagian dalam.
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
@ Badan menghadap sasaran di belakang bola.
@ Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki
menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
@ kaki tending ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan.
@ setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow trow, ( gerakan
lanjutan ).
B. Menendang dengan kaki bagian luar
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
@ Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm,
ujung kaki menghadap kesasaran, dan lutut sedikit ditekuk.

@ kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap
kedalam.
@ kaki tending ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan.
@ Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar, dan tepat pada tengah –
tengah bola.
@ Gerakan lanjutan kaki tending diangkat serong kurang lebih 45 derajat
menghadap sasaran.
C. Menandang dengan punggung kaki
Pada umumnyamenendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan di
samping bola dengan ujung kaki menghadap kesasaran, kaki sedikit
ditekuk.
@ Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap
kedepan / sasaran.
@ Kaki tending tarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga mengenai
bola.
@ Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dsan tepat
pada tengah – tengah bola.
@ Gerakan lanjut kaki tending diarahkan dan di angkat kearah sasaran.

2. Menghentikan Bola ( Stopping )
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
@ Kaki tumpu mengarah pada boladengan lutut sedikit ditekut.

@ Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan bagian dalam kaki
dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
@ Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata kaki.
@ Kaki penghenti mengikuti arah bola.
Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.

3. Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
@ Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
@ Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya
diayunkan kedepan.
@ Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/ didorong bergulir
kedepan.
@ Bola bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar bola dapat dikuasai
@ Pada waktu menggiring bolakedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah
penguasaan bola.
@ Pada saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah bola dan selanjutnya melihat
situasi kelapangan.

Manfaat Olahraga

Manfaat Olahraga Bagi Kita


Dalam kehidupan modern saat ini banyak orang yang melupakan pentingnya olahraga untuk tubuh. Padahal olahraga merupakan cara untuk sehat yang paling murah dengan hasil yang mengagumkan untuk kebugaran badan. Selain itu olahraga dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun kita suka melakukannya baik siang maupun malam sesuai keinginan.
Berikut adalah beberapa manfaat olahraga untuk tubuh kita menurut Asosiasi Kebugaran di Inggris :


• Meningkatkan kisaran gerak
• Meningkatkan stamina
• Melepaskan kecemasan
• Meredakan kinerja seksual
• Meredakan gejala menopause
• Membantu mencegah penyakit jantung
• Mencegah osteoporosis
• Memperbaiki ketajaman mental
• Memperbaiki konsentrasi
• Mengurangi resiko kanker payudara
• Memperbaiki pandangan hidup
• Mengurangi nyeri radang sendi
• Mengendalikan kolesterol
• Membakar lemak
• Mempercepat metabolisme
• Menghilangkan gejala pra-menstruasi
• Membantu kita berhenti merokok
• Meredakan depresi
• Mengurangi biaya hidup
• Meningkatkan kepuasan kerja
• Mengawetkan otot
• Mengawetkan organ-organ internal (hati, ginjal)
• Memperbaiki waktu reaksi
• Memperbaiki kebugaran kardiovaskuler
• Meningkatkan energi
• Memperbaiki koordinasi saraf dan otot
• Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi
• Mengurangi resiko glaukoma
• Mengurangi resiko kanker usus besar
• Menurunkan tekanan darah
• Mengurangi resiko kegemukan
• Membakar kalori
• Memperbaiki sembelit
• Mencegah endometriosis
• Mengurangi konsumsi alkohol
• Mengurangi stres
• Meningkatkan harga diri
• Meningkatkan perasaan sejahtera
• Meningkatkan IQ
• Meningkatkan kreativitas
• Mengurangi absensi kerja
• Meningkatkan produktivitas
• Memperbaiki kelenturan
• Memperbaiki peredaran darah
• Meningkatkan mobilitas
• Meningkatkan ingatan/mengurangi resiko pikun
• Memperpendek waktu pemulihan sesudah sakit atau cedera
• Meningkatkan kesehatan punggung
• Tidur nyenyak
• Memperpanjang hidup
Agar kita bugar dan "berisi" serta menjamin kecepatan metabolisme tidak turun dan peredaran darah tidak melambat disarankan melakukan olahraga 30 menit sehari. Olahraga yang reguler dan dilakukan lebih sering akan lebih baik daripada olahraga selama 3 jam namun 2 minggu sekali atau lebih. Olahraga yang jarang ini membuat kita cepat lelah. selain itu manfaat diatas tidak akan kita dapatkan apabila olahraga jarang kita lakukan. Untuk itu mulailah olahraga kecil-kecilan agar kita terbiasa untuk berolahraga..

Sejarah Renang

Kenapa berenang penting untuk kehidupan kita?
Berenang bermula sebagai suatu ketrampilan turun menurun, dan hanya benar-benar menjadi populer sebagai olahraga di abad yang ke-19. Awal meliputi gaya dada, gaya samping, dan berbagai format Medan Merayap;Merangkak. Katup/Kupu-Kupu adalah gaya yang terakhir ditemukan. Itu telah digunakan pada lomba gaya dada sampai 1952,itu menjadi suatu perlombaan khas tersendiri.

Kenapa BERENANG?

Kebanyakan orang senang berada di sekitar air, maka kamu perlu mengetahui bagaimana cara berenang sebagai ukuran keselamatan. Berenang adalah suatu contoh olahraga yang sempurna, untuk kesenangan, dan untuk aktivitas kebugaran, dan terbuka bagi semua orang. Anak-Anak, kakek dan nenek mereka, atlit, wanita-wanita hamil, mereka yang cacat: Semua orang dapat mendapatkan sesuatu yang berpengaruh baik bagi pikiran atau badan di dalam suatu lingkungan air.
Tetapi, di atas semuanya, " BERENANG ADALAH KESENANGAN - NIKMATI ITU ". Memenuhi Kebutuhan Semua orang!

Berenang adalah suatu olahraga yang memberikan kebugaran yang baik sekali kepada kesehatan badan dan jasmani
• untuk meningkatkan stamina.
• untuk melatih otot-otot tubuh
• untuk melatih jantung dan paru-paru bekerja secara lebih efisien, yang mana memberikan sirkulasi oksigen keseluruh tubuh
• untuk melatih daya mengapung ketika latihan, dan juga untuk mengurangi ketegangan pada tubuh.
Dasar-dasar gaya renang ada 4 gaya
Gaya dada
Perenang meletakkan kaki dan tangan didalam air. kedua tangan digerakkan bersama-sama dengan gerakan melingkar, dan merentang keluar kedepan perenang kemudian diteruskan ke-air dan kembali ke bawah dagu. Dan pada waktu yang sama, perenang itu menendang dengan kaki mereka seperti kodok.

Gaya bebas
Gaya bebas adalah gaya yang paling cepat. Didalam gaya bebas, satu tangan melewati kepala perenang itu dan yang lainnya mendorong melalui air. Pada waktu bersamaan, kaki perenang bergerak keatas dan kebawah dengan cepat.

Gaya punggung
Perenang harus tetap berada pada posisi membelakangi air setiap saat, kecuali ketika memutar. kaki bertindak seperti gaya bebas. Tangan bergerak satu persatu secara beraturan dengan gerakan melingkar melewati kepala perenang tersebut dan kemudian diteruskan keair.
Gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu adalah gaya yang paling susah dikuasai. Perenang mengayunkan tangannya melewati atas air dan kemudian tarik kebawah melalui air. Pada waktu bersamaan, perenang tersebut perlu menggerakkan kaki mereka seperti tendangan lumba-lumba, menyamai kedua kaki untuk bergerak naik dan turun bersama-sama.

Selasa, 09 November 2010

Contoh Sarana dan Prasarana Penjas

Minggu, 07 November 2010

Pengertian Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Namun, dalam pelaksanaannya pengajaran pendidikan jasmani berjalan belum efektif seperti yang diharapkan. Pembelajaran pendidikan jasmani cenderung tradisional. Model pembelajaran pendidikan jasmani tidak harus terpusat pada guru tetap pada siswa. Orientasi pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan anak, isi dan urusan materi serta cara penyampaian harus disesuaikan sehingga menarik dan menyenangkan, sasaran pembelajaran ditujukan bukan hanya mengembangkan keterampilan olahraga, tetapi pada perkembangan pribadi anak seutuhnya. Konsep dasar pendidikan jasmani dan model pengajaran pendidikan jasmani yang efektif perlu dipahami oleh mereka yang hendak mengajar pendidikan jasmani.
Pengertian pendidikan jasmani sering dikaburkan dengan konsep lain. Konsep. Itu menyamakan pendidikan jasmani dengan setiap usaha atau kegiatan yang mengarah pada pengembangan organ-organ tubuh manusia (body building), kesegaran jasmani (physical fitness), kegiatan fisik (physical activities), dan pengembangan keterampilan (skill development). Pengertian itu memberikan pandangan yang sempit dan menyesatkan arti pendidikan jasmani yang sebenarnya. Walaupun memang benar aktivitas fisik itu mempunyai tujuan tertentu, namun karena tidak dikaitkan dengan tujuan pendidikan, maka kegiatan itu tidak mengandung unsur-unsur pedagogik.

Pendidikan jasmani bukan hanya merupakan aktivitas pengembangan fisik secara terisolasi, akan tetapi harus berada dalam konteks pendidikan secara umum (general education). Sudah barang tentu proses tersebut dilakukan dengan sadar dan melibatkan interaksi sistematik antar pelakunya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


1
Bagaimanakah definisi pendidikan yang kita anut? Adanya perbedaan pengertian itu pendidikan jasmani dengan istilah-istilah lain seperti gerak badan, aktivitas fisik, kesegaran jasmani, dan olahraga hendaknya tidak menimbulkan polemik yang menyesatkan. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar, yang terpenting seseorang harus melakukan pembatasan pengertian yang dianut secara jelas dan konsisten apabila membicarakan atau menuliskan berbagai istilah itu sehingga tidak rancu.
Salah satu definisi pendidikan jasmani yang patut
dikemukakan adalah definisi yang dilontarkan pada Lokakarya
Nasional tentang Pembangunan olahraga pada tahun 1981
(Abdul Gafur, 1983:8-9) yang dikembangkan oleh penulis
(Cholik Mutohir, 1992) sebagai berikut:
­                  Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila. Secara eksplisit istilah pendidikan jasmani dibedakan dengan olahraga. Dalam arti sempit olahraga diidentikkan sebagai gerak badan. Olahraga ditilik dari asal katanya dari bahasa jawa olah yang berarti melatih diri  dan rogo (raga) berarti badan. Secara luas olahraga dapat diartikan sebagai segala kegiatan atau usaha untuk mendorong, membangkitkan, mengembangkan dan membina kekuatan-kekuatan jasmaniah maupun rokhaniah pada setiap manusia. Definisi lain yang dilontarkan pada Lokakarya Nasional Pembangunan Olahraga (Abdul Gafur, 1983:8-9) secara eksplisit berbeda dengan pendidikan jasmani. Definisi tersebut dikembangkan penulis (Cholik Mutohir, 1992) sebagai berikut:

                  Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromoskuler, perseptual, kognitif, sosial dan emosional.